Translate

Kamis, 21 Februari 2019

22 Februari 2019

Hai, aku Hana.
Sebentar lagi umurku beranjak 23 tahun, tapi banyak hal yang belum aku lakukan.
Awalnya aku membuat blog ini dengan tujuan membuat puisi-puisi. Tetapi karena setiap hari aku selalu depresi, aku tak pernah meluangkan waktuku untuk membuat satupun puisi.
Aku selalu sedih, menangis, dan meratapi hidupku yang menyebalkan. Hingga akhirnya aku menjadi menyebalkan juga haha.
Tapi, depresi bukanlah sesuatu yang menyenangkan, dan sesuatu yang dianggap sepele. Beberapa kali aku mencoba mengakhiri hidup walau pada akhirnya Tuhan masih menyayangiku dengan tetap membuatku hidup.
Aku biasa melakukan apapun sendirian, dan berusaha untuk tidak bergantung pada siapapun. Pada akhirnya banyak yang bergantung padaku, dan aku, bergantung pada diriku sendiri.
Jika orang lain punnya keluarga, tentu aku juga punya keluarga. Hanya saja aku tak terlalu dekat dengan keluargaku. Meski keluarga selalu nomor satu untukku, tetapi keluargaku tak benar-benar mengenali diriku. Mungkin itulah awal pemicu depresiku. Karena tak ada yang mengerti isi kepalaku. Sampai sekarang sulit sekali menemukan orang yang dapat memahamimu. Yang paling sedih adalah, hanya kau yang memahami dirimu sendiri. Parahnya, aku jadi tak begitu percaya padaorang lain. Atau bahkan percaya terlalu mudah hingga akhirnya menjadi luka tambah dalam hidupku. Jujur, aku takut, takut akan dunia, takut akan orang lain, takut akan masa depan. Apakah masa depanku akan baik-baik saja? Akankah aku punya pendamping masa depan yang akan memahamiku seutuhnya? Bagaimana aku harus berjuang untuk diriku sendiri? Semuanya tampak tak pasti untukku, dan aku benci sesuatu yang tidak pasti.
Suatu hari nanti, aku akan bahagia. Itu yang kupercayai. Agar aku tetap hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar